Sekolah Cahya Anakku
Pusat Pelayanan Pendidikan, Terapi & Pengembangan Bakat Anak-anak dengan Kebutuhan Khusus

ISO 9001 ; 2008 Certified

Floor Time

Floor time merupakan metode pendekatan yang hangat dan akrab untuk membangun hubungan dengan anak sebagai individu , untuk membantu memperbaiki proses perkembangan anak melalui bahasa tubuh, kata-kata serta media bermain (pretend play). Metode ini dikembangkan oleh Dr.Stanley .l.Greenspan dari George Washington University medical School dan Serena Wieder Ph.D dari ICDL (interdisciplinary Council on developmental and learning disabilities)

Floor time merupakan kolaborasi usaha dari orang tua dengan para professional (dokter,psikolog,paedagogik,terapis wicara, terapis okupasi dll). Para professional membantu para orang tua menganalisa,memberi umpan balik dan ide bagaimana orang tua melakukan interaksi dengan anak. Prinsip utama dari floor time ini adalah memanfaatkan setiap kesempatan yang muncul untuk berinteraksi dengan cara yang disesuaikan dengan tahap perkembangan emosi anak.

Enam tingkat perkembangan emosional anak menurut Greenspan,1998):

a. Regulation and interest intheb world (0-3bulan)
b. Attachment  and engagement (3-6bulan)
c. Interactive Reciprocity (6-9bulan)
d. Communication of affect (9-18bulan)
e. Representation of affect (18-30bulan)
f. Symbolic emotional thingking (30-48bulan)

Enam tingkat perkembangan dalam sebuah relasi /hubungan adalah:

Yang dilakukan anak —————— yang dilakukan orang tua/terapis

1. Regulation———————————–share attention
2. Attachment ——————————–mutual engagement
3. Interactive———————————Reciprocal interaction
4. Communication——————————Affect cuing

. Representation—————————–fantasy play
6. Symbolic————————————paky with affect

A. Pedoman Umum Floor Time

Dalam melakukan floor time seseorang tidak dapat bersikap seenaknya, menentukan sendiri cara yang diinginkannya. Pedoman umum yang harus selalu diperhatikan dalam melakukan floor time adalah :

  1. Carilah waktu dimana anda yakin tidak akan ada gangguan selama 20-30 menit saat bersama anak. Sesi ini lebih sering dilakukan secara konsisten akan lebih baik ,idealnya adalah 8-10 kali dalam 1 hari (tergantung kebutuhan anak dan kesibukan dari oprang tua)
  2. Harus berusaha untuk bersikap sabar, tenang dan tidak terburu-buru serta selalt terlihat yakin saat bersama anak.
  3. Supaya terjalin hubungan yang baik dengan anak, berempatilah terhadap nada emosi anak, tunjukkan dan ungkapkan perasaan anda kepada anak sehingga anak merasa anda memahami dirinya.
  4. Waspadalah terhadap perasaan anda sendiri, karena hal ini akan mempengaruhi interaksi anda dengan anak anda (baik kesal,sedih ataupun tidak gembira)
  5. Monitor intonasi suara anda dan gerakan tubuh anda ,cobalah sedapat mungkin bersemangat,gembira, supportif, play full sehingga minat anak bermain dengan anda akan muncul
  6. Berinteraksi sesuai dengan tingkat perkembangan emosi yang dicapainya dan upayakan untuk mendorong anak terus naik ke tahap perkembangan berikutnya (berinteraksilah)
  7. Ikuti anak dan kembangkan interaksi selama mungkin.(anggaplah semua perilaku anak mempunyai makna dan merupakan kesempatan untuk mengembangkan komunikasi dua arah.
  8. Beri izin, apapun yang ingin anak lakukan sepanjang perilakunya tidak menyalahi aturan dasar untuk tidak memukul, merusak, menyakiti. Bila perilaku agresif anak muncul karena overload yang disebabkan oleh banyaknya rangsangan tenangkan dengan pendekatan sensori integrasi.

B. Prinsip Dasar Floor Time

Floor time bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan ditempat apa saja. Namun orang tua yang melakukan floor time harus memetuhi beberapa prinsip dasar floor time dengan baik antara lain :

  1. Mengikuti inisiatif anak, (anak sebagai pemimpin dan kita mengikuti minatnya)
  2. Bergabung ditingkat perkembangan anak dan bangun minat alaminya  melalui kasih sayang dan sikap anda, bujuk anak agar tertarik dengan anda
  3. Buka dan tutup lingkaran komunikasi (beri ide jika anak tidak juga muncul minatnya)
  4. Ciptakan lingkungan bermain dengan mainan yang digoyang-goyangkan, bola,boneka, mobil-mobilan dll ,yang akan merupakan sarana untuk memunculkan miknat alami anak dan melengkapi kemampuan membuka dan menutup siklus komunikasi. Hindari permainan yang terstruktur yang mengurangi interaksi yang kreatif
  5. Perpanjang lingkaran komunikasi:
    • Bantu anak untuk meraih tujuan mereka (mis: pegang boneka yang anak inginkan ,jadi anak dapat meraihnya)
    • Jangan terlalu cepat memberikan apa yang diinginkan anak,dengan tetap mempertahankan interaksi
  6. Tingkatkan motivasi anak dengan melibatkan anak dalam permainan
  7. Sesuaikan interaksi anak dengan perbedaan individual setiap anak dalam proses yang berhubungan dengan proses auditory ,visual dan modulasi sensoriknya.
  8. Usahakan secara bersamaan mengarahkan 6 fungsi pengembangan emosional anak (ikatan gerak tubuh, pemecahan masalah, pre-verbal yang kompleks, penggunaan ide dan penghubungan ide).

C. LANGKAH-LANGKAH PENDEKATAN UNTUK MEMULAI FLOOR TIME

Untuk menunjukkqan bagaimana prinsip-prinsip tersebut diatas dapat tercapai, Greenspan menyusun langkah-langkah sederhana yang memudahkan dalam memulai pelaksanaan floor time. Lima langkah ini harus dilakukan secara bersamaan ,adapun langkah-laangkah tersebut antara lain ;

  1. Observasi, dengarkan dan perhatikan setiap gerak anak, ungkapan verbal maupun non verbal, perbuatan anak, gaya anak dalam berhu bungan (santai/tegang/pemalu/pendiam/formal). Sebelum memulai atau membuka komunikasi,anda perlu mengetahui keinginan dan perasaan anak.
  2. Pendekatan buka lingkaran komunikasi
  3. Bila gaya dan selera anak telah dievaluasi, kita mulai dapat merespon dengan kata-kata dan gerak tubuh yang sesuai dengan situasinya. Penilaian terhadap perilaku anak akan merupakan alat yang membuat kita bisa lebih dekat dengan anak
  4. Anak memimpin interaksi
  5. Saat anak mulai tertarik untuk bermain maka bergabunglah dan beri perhatian serta komentar yang akan membuat komunikasi terus berlangsung ,walaupun waktu anda sedikit.
  6. Perluas dan perpanjang lingkaran komunikasi
  7. Metode floor time tidak memaksakan kehendak terapis akan tetapi terapis berusaha memperluas dan memperpanjang tema permainan yang disukai oleh anak.Jadi tugas terapis adalah menimbulkan minat dan kreatifitas anak untuk berkembang
  8. Menutup lingkaran komunikasi. Selama floor time berjalan ,hal ini dapat berlangsung lama maupun cepat. Yang terpenting kita harus memberi kesempatan kepada anak untuk memulai inisiatif dan menutup ataupun memperpanjang siklus floor time.

Hal yang ingin dicapai atau goals dari pelaksanaan floor time adalah:

  • membantu anak untuk lebih “alert
  • anak lebih berinisiatif
  • anak menjadi lebih fleksibel
  • anak dapat mentolerir frustasi
  • anak mampu mengurutkan suatu aktivitas yang lebih panjang,merencanakan dan mengambil keputusan di dalamnya
  • anak dapat menemukan jalan keluar / solusi
  • anak dapat berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal
  • anak dapat menikmati proses bermain dan belajarnya

Beberapa tip yang seharusnya dilakukan oleh seorang terapis dalam melaksanakan floor time supaya dapat mencapai goals yang kita inginkan antara lain :

  1. pendekatan yang tidak terburu-buru
  2. suara yang lembut
  3. berbicaralah pelan-pelan
  4. tunjukkan mimik wajah yang lembut
  5. pakailah gesture yang bersahabat
  6. tidak menganggu anak
  7. mau mendengarkan
  8. dapat membaca tanda/clue yang ditunjukkan oleh anak
  9. buatlah apa yang dilakukan oleh anak menjadi berarti
  10. dapat mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus diam
  11. mampu memahami apa yang dirasakan dan dibutuhkan oleh anak.